Jumat, 08 Mei 2015

Dana Bos Tak Cair Kasek Ini Lelang Motornya

Patut kita berikan apresiasi akan kepala sekolah seperti ini, selalu mengingat tanggung jawab akan kesejahteraan guru nya dan biaya operasional sekolahnya yang selama ini bertumpu pada Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, selama lima bulan BOS tak cair namun sama sekali tak ada tanda-tanda kapan pencairannya membuat kasek ini rela melelang motornya.

Tentu saja ini merupakan hal baru, Lelang Motor demi gantikan dana BOS yang tak kunjung cair seperti berita yang kami lansir dari jatim metrotv news.

Dana Bos Tak Cair Kasek Ini Lelang Motornya
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Taufiqus Sibyan, Desa Talango, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura melelang sepeda motornya di depan kantor kementerian agama Kabupaten Pamekasan, Kamis (7/5/2015).

Sepeda motor jenis honda supra X bernopol M 3759 AF miliknya itu, hendak dilelang karena tidak punya uang untuk membayar gaji tenaga pendidik yang mengajar di sekolah tempatnya memimpin. Pasalnya, dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak cair selama lima bulan terakhir.

Di sisi sepada motornya tersebut, Ahmad menempelkan dua poster bertuliskan "Lelang Motor demi Kesejahteraan Guru" dan "BOS Kemenag tidak cair lembaga dan Guru banyak hutang".  Bahkan, dalam poster sebut juga ditulis nomor ponsel miliknya agar masyarakat yang ingin membeli motor itu bisa menghubunginya.

Ahmad mengatakan, sebagai kepala Madrasah dirinya mengaku harus bertanggung jawab atas kesejahteraan para guru yang mengajar di sekolahnya. Pasalnya BOS tidak cair dan guru terpaksa tidak digaji selama lima bulan terakhir.

"Kemenag Pamekasan tidak pernah menggubris dan tidak ada tanda-tanda kapan dana bos dicairkan, sehingga kami perlu menggadaikan motor ini," kata Fakih kepada awak media.

Fakih mengaku sudah berupaya menghubungi kepala Kantor Kemenag dan Kasi Pendidikan Madrasah selaku penanggung jawab BOS, namun belum ada tanda-tanda akan dicairkan.
Dana Bos Tak Cair Kasek Ini Lelang Motornya

"Klarifikasi terakhir katanya masih menunggu APBN-P. Saya sebagai rakyat kecil  tidak tahu apa itu APBN-P, hanya tahunya kapan BOS cair," imbuhnya.

Lebih lanjut menurut Fakih, dirinya akan melelang motor tersebut sesuai harga pasaran yakni berkisar Rp7,5 juta, namun jika tidak laku, pihaknya akan menggadaikan BPKP motor tersebut karena sekolah sudah kesulitan mencari biaya operasional.

0 Comments

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar dengan link aktif, dan kami mohon maaf apabila komentarnya tidak kami setujui atau bahkan kami hapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.